Bilqis firyal
Selasa, 07 April 2020
Sabtu, 04 April 2020
COVID-19
Virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Ada dugaan bahwa virus corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus corona juga dapat menular dari manusia ke manusia.Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
- Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.
- Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.
- Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
Virus corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Infeksi virus corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus corona, yaitu:
- Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
- Batuk
- Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus corona.
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan anda terinfeksi virus ini, yaitu:
- Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
- Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
- Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
- Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
- Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
- Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
- Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
- Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
- Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
- Periksakan diri ke dokter hanya bila anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
- Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
- Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk anda sampai anda benar-benar sembuh.
- Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
- Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
- Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
- Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Untuk cepat memulihkan keaadan negara kita yang sedang terpapar wabah virus corona ini, marilah kita mentaati peraturan untuk tetap berdiam diri di rumah agar memutus penyebaran rantai virus corona.Kita dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan bila perlu menggunakan hand sanitizer.Untuk orang - orang yang merasa dirinya mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan dalam artikel, hendaklah memeriksakan diri ke dokter.Kita diharapkan untuk tidak panik, selalu berhati - hati dan banyak berdoa, semoga wabah virus corona ini cepat berakhir dan kita semua bisa menjalankan aktivitas sehari - hari tanpa perlu rasa takut.
https://www.alodokter.com/virus-corona
Nama : Bilqis Firyal I
Kelas : Xl MIPA 2
Absen : 05
Senin, 17 Februari 2020
Indonesia Darurat Kerajaan Hoax
Kata "kerajaan" sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Kerajaan pada umumnya merupakan bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh raja. Raja sudah pastinya memiliki keistimewaan di kerajaan yang dikuasainya. Beberapa keistimewaan tersebut membuat timbulnya keinginan masyarakat untuk menjadi seorang raja. Namun,pada zaman sekarang kerajaan sudah hampir tidak dijumpai di Indonesia. Akan tetapi, beberapa waktu yang lalu muncul berita tentang kerajaan hoax. Hoax sendiri berarti berita bohong atau tidak bersumber. Sehingga kerajaan yang muncul beberapa waktu yang lalu tidak jelas sumber dan kebenarannya.
Kerajaan hoax di Indonesia diawali dengan berdirinya Keraton Agung Sejagat yang membuat masyarakat Purworejo geger. Keberadaan Keraton Agung Sejagat terkuak melalui sebuah akun Twitter @aritsantoso yang kemudian menjadi viral. Di akun tersebut juga menampilkan foto-foto yang menunjukkan apa saja kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh kerajaan tersebut. Kerajaan ini dipimpin oleh pasangan suami istri yakni Totok Santoso Hadiningrat dan Dyah Gitarja yang mengaku sebagai raja dan ratu. Totok Santoso selaku seorang raja menyebut bahwa kerajaan yang ia dirikan karena telah berakhirnya perjanjian 500 tahun yang lalu antara Majapahit dan Portugis. Ia juga mengaku bahwa kerajaannya menguasai seluruh dunia termasuk lembaga-lembaga internasional sebagai aset kerajaan,seperti Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Gedung Departemen Pertahanan AS yakni Pentagon.
Akan tetapi, berdirinya Keraton Agung Sejagat. hanya seumur jagung. Hal ini dikarenakan banyak warga Purworejo yang merasa resah dan tertipu oleh keberadaan kerajaan ini, lalu melaporkannya ke pihak yang berwajib. Penangkapan Keraton Agung Sejagat tidak membuat masyarakat kapok, malah menjadi pemicu munculnya kerajaan-kerajaan hoax lainnya. Seperti Sunda Empire, Kerajaan Ubur-Ubur,dan 26 kerajaan lainnya.
Keberhasilan berdirinya kerajaan-kerajaan hoax ini tak lain karena masyarakat Indonesia yang mudah terperdaya. Masyarakat yang menjadi sasaran berita hoax adalah masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Selain faktor pendidikan yang rendah faktor ekonomi menengah kebawah juga menjadi alasan masyarakat termakan berita hoax itu. Mereka diiming-iming gaji kurang lebih 13 miliyar setelah melakukan aktivitas penting yang mendukung berjalannya kerajaan.
Di era modern ini, kita sebagai masyarakat harus lebih pandai dalam menyaring dan memilih informasi yang kita dapatkan. Kita juga harus memastikan darimana kebenaran dan sumber berita itu berasal. Dalam menghadapi kasus seperti ini pemerintah diharuskan bertindak tegas agar tidak terjadi hal yang sama.
Nama kelompok:
1.Bilqis Firyal. I/ Xl Mipa 2
2.Hani Suraya / Xl Mipa 2
3.Nur Widya Eka/ Xl Mipa 2
SMA panjura Jln. Kelud no. 9 Malang
Kerajaan hoax di Indonesia diawali dengan berdirinya Keraton Agung Sejagat yang membuat masyarakat Purworejo geger. Keberadaan Keraton Agung Sejagat terkuak melalui sebuah akun Twitter @aritsantoso yang kemudian menjadi viral. Di akun tersebut juga menampilkan foto-foto yang menunjukkan apa saja kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh kerajaan tersebut. Kerajaan ini dipimpin oleh pasangan suami istri yakni Totok Santoso Hadiningrat dan Dyah Gitarja yang mengaku sebagai raja dan ratu. Totok Santoso selaku seorang raja menyebut bahwa kerajaan yang ia dirikan karena telah berakhirnya perjanjian 500 tahun yang lalu antara Majapahit dan Portugis. Ia juga mengaku bahwa kerajaannya menguasai seluruh dunia termasuk lembaga-lembaga internasional sebagai aset kerajaan,seperti Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Gedung Departemen Pertahanan AS yakni Pentagon.
Akan tetapi, berdirinya Keraton Agung Sejagat. hanya seumur jagung. Hal ini dikarenakan banyak warga Purworejo yang merasa resah dan tertipu oleh keberadaan kerajaan ini, lalu melaporkannya ke pihak yang berwajib. Penangkapan Keraton Agung Sejagat tidak membuat masyarakat kapok, malah menjadi pemicu munculnya kerajaan-kerajaan hoax lainnya. Seperti Sunda Empire, Kerajaan Ubur-Ubur,dan 26 kerajaan lainnya.
Keberhasilan berdirinya kerajaan-kerajaan hoax ini tak lain karena masyarakat Indonesia yang mudah terperdaya. Masyarakat yang menjadi sasaran berita hoax adalah masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Selain faktor pendidikan yang rendah faktor ekonomi menengah kebawah juga menjadi alasan masyarakat termakan berita hoax itu. Mereka diiming-iming gaji kurang lebih 13 miliyar setelah melakukan aktivitas penting yang mendukung berjalannya kerajaan.
Di era modern ini, kita sebagai masyarakat harus lebih pandai dalam menyaring dan memilih informasi yang kita dapatkan. Kita juga harus memastikan darimana kebenaran dan sumber berita itu berasal. Dalam menghadapi kasus seperti ini pemerintah diharuskan bertindak tegas agar tidak terjadi hal yang sama.
Nama kelompok:
1.Bilqis Firyal. I/ Xl Mipa 2
2.Hani Suraya / Xl Mipa 2
3.Nur Widya Eka/ Xl Mipa 2
SMA panjura Jln. Kelud no. 9 Malang
Langganan:
Postingan (Atom)
